NGAMPUS – Edisi Kucing 27/01/2012
Posted by Alam in Artikel.add a comment
Bangun pagi-pagi.
Buru-buru ke kampus.
Ketemu temen-temen.
Ngelihat mahasiswa/i yang kamu suka.
Lihat mahasiswa/i yang kamu gak suka.
Dipanggil dan disuruh ngejawab pertanyaan dosen.
Dikasih tugas.
Ngeliat dua mahasiswa/i bertengkar kayak gini.
Dan kamu nonton kayak gini.
Istirahat makan siang di sela jam kuliah.
Masih ada kuliah sore/malem.
Pas jam kuliah abis.
Tidur.
sumber : yeahmahasiswa.com
Jangan Bersedih, Inilah Kiat-Kiat untuk Bahagia 26/01/2012
Posted by Alam in Islami.Tags: artikel islami, buku la tahzan
add a comment
Jangan Bersedih, Inilah Kiat-Kiat untuk Bahagia :
- Sadarilah bahwa jika Anda tidak hidup hanya dalam batasan hari ini saja, maka akan terpecahlah pikiran Anda, akan kacau semua urusan, dan akan semakin menggunung kesedihan dan kegundahan diri Anda. Inilah makna sabda Rasulullah: “Jika pagi tiba, janganlah menunggu sore; dan jika sore tiba, janganlah menunggu hingga waktu pagi.”
- Lupakan masa lalu dan semua yang pernah terjadi, karena perhatian yang terpaku pada yang telah lewat dan selesai merupakan kebodohan dan kegilaan.
- Jangan menyibukkan diri dengan masa depan, sebab ia masih berada di alam gaib. Jangan pikirkan hingga ia datang dengan sendirinya.
- Jangan mudah terguncang oleh kritikan. Jadilah orang yang teguh pendirian, dan sadarilah bahwa kritikan itu akan mengangkat harga diri Anda setara dengan kritikan tersebut.
- Beriman kepada Allah, dan beramal salih adalah kehidupan yang baik dan bahagia.
- Barangsiapa menginginkan ketenangan, keteduhan, dan kesenangan, maka dia harus berdzikir kepada Allah.
- Hamba harus menyadari bahwa segala sesuatu berdasarkan ketentuan qadha’ dan qadar.
- Jangan menunggu terima kasih dari orang lain.
- Persiapkan diri Anda untuk menerima kemungkinan terburuk.
- Kemungkinan yang terjadi itu ada baiknya untuk diri Anda.
- Semua qadha’ bagi seorang muslim baik adanya.
- Berpikirlah tentang nikmat, lalu bersyukurlah.
- Anda dengan semua yang ada pada diri Anda sudah lebih banyak daripada yang dimiliki orang lain.
- Yakinlah, dari waktu ke waktu selalu saja ada jalan keluar.
- Yakinlah, dengan musibah hati akan tergerak untuk berdoa.
- Musibah itu akan menajamkan nurani dan menguatkan hati.
- Sesungguhnya setelah kesulitan itu akan ada kemudahan.
- Jangan pernah hancur hanya karena perkara-perkara yang sepele.
- Sesungguhnya Rabb itu Maha Luas ampunan-Nya.
sumber : buku La-Tahzan
Bakti Ulama Terhadap Ibu 25/01/2012
Posted by Alam in Islami.Tags: cerita teladan, kisah teladan, pesan islami, renungan, syiar islami
add a comment
Bakti Ulama Terhadap Ibu.
Dari Dawud bin Qais dia berkata, “Abu Murrah pernah mengabarkan kepadaku bahwa bila Abu Hurairah hendak pergi, setelah mengenakan pakaian, dia datang kepada ibunya lalu berkata, ‘Semoga keselamatan dan berkah terlimpah kepadamu wahai Ibu. Semoga engkau mendapatkan balasan dari Allah karena dulu engkau telah memeliharaku.’ Kemudian bila pulang, dia pun mengatakan seperti itu.” (1)
Dari Mundzir ats-Tsauri dia berkata, “Muhammad bin al-Hanafiyah biasa menyisir rambut ibunya.” (2)
Abdullah bin Ja’far bin Khaqan al-Maruzi (Bandan) berkata , “Muhammad bin Basyir bin Utsman pernah berkata, ‘Pernah ketika saya bermaksud untuk keluar (setelah saya mengumpulkan hadits-hadits dari para ulama Basrah), ibu saya melarang. Saya pun mentaati larangan ibuku. Karena ketaatanku itu saya mendapatkan berkah.’” (3)
Muhammad bin Munkadir berkata, “Pernah semalaman saya memijat kaki ibuku, sementara saudaraku Umar waktu itu semalaman juga melakukan shalat. Saya tidak menganggap amalan malam Umar lebih baik dari amalan malamku.” (4)
Abu Ishaq ar-Riqqi al-Hanbali ketika menyebutkan biografi Abdullah bin Aun berkata, “Pernah suatu ketika dia dipanggil oleh ibunya. Tanpa disadari dia mengeraskan suara melebihi suara ibunya. Karena hal itu dia membebaskan dua orang budak.” (5)
Dari Anas bin an-Nadhr al-Asyja’i dia berkata, “Suatu malam ibu Ibnu Mas’ud meminta air. Ibnu Mas’ud pun mengambil air, lalu dibawa kepada ibunya. Ternyata ibunya telah tertidur. Maka dia pun berdiri menunggui ibunya hingga pagi.” (6)
Al-Akhnasi pernah berkata, “Saya pernah mendengar Abu Bakar berkata, ‘Saya pernah bersama Manshur bin al-Mu’tamir duduk-duduk di rumahnya. Tiba-tiba ibunya memanggil dengan nada agak kasar, ‘Wahai Manshur, anak laki-laki Hubairah membutuhkan kamu untuk suatu urusan. Apakah kamu enggan?!’ Manshur menempelkan jenggot pada dadanya, sedikitpun dia tidak berani mengangkat kepalanya dan menghadapkan wajah kepada ibunya.” (7)
Suatu ketika Ibnul Hasan at-Tamimi hendak membunuh kalajengking, namun kalajengking itu masuk ke lubang. Dia beranikan diri merogohkan jari-jarinya ke lubang untuk menangkap kalajengking itu meskipun harus rela disengat. Orang-orang berkata kepadanya, “Kamu ini bagaimana?!” Dia menjawab, ‘Saya khawatir kalajengking tadi keluar lalu merayap ke tempat ibuku dan menyengatnya.’” (8)
Suatu ketika Umar ditanya, “Bagaimana bentuk bakti anakmu kepadamu?” Umar menjawab, “Setiap kali berjalan di siang hari bersamaku, dia selalu berjalan di belakangku dan setiap kali berjalan di malam hari bersamaku, dia selalu berjalan di depanku. Begitu pula ketika tidur , dia tidak pernah tidur di atas bila saya berada di bawah.” (9)
Dari Muhammad bin Sirin dia berkata, “Pada zaman Utsman harga kurma sangat mahal hingga mencapai seribu dirham. Meskipun begitu Usamah tetap berani membelinya. Dia beli kurma tadi lalu dia kupas kulitnya kemudian diberikannya kepada ibunya. Orang-orang berkata kepadanya, ‘Apa yang membuatmu berani membeli kurma dengan harga seribu dirham?’ Dia menjawab, ‘Saya punya prinsip, bila ibu saya meminta sesuatu yang saya mampu memenuhinya pasti akan saya penuhi.” (10)
Zainal Abidin adalah seorang yang sangat berbakti kepada ibunya. Saking berbaktinya, ada orang-orang berkata kepadanya, “Sungguh kamu adalah orang yang sangat berbakti kepada ibumu. Tetapi kami tidak pernah melihatmu makan bersama ibumu dalam satu piring?” Dia menjawab, “Saya khawatir mendahului makan makanan yang hendak dimakan ibuku. Karena menurutku itu termasuk tindakan durhaka kepadanya.” (11)
Semoga Allah merahmati mereka para pendahulu kita yang shalih dan menjadikan kita termasuk golongan mereka.
Rujukan:
Kisah Teladan Bakti Anak Kepada Ibu Bapak, Ibrahim bin Abdullah Musa al-Hazimi, Penerbit Media Hidayah 2004
(1) Hadits hasan diriwayatkan Bukhari dalam al-Adabul Mufrad dan lainnya.
(2) Al-Birr wa Shilah no 34. Para periwayat atsar ini orang-orang yang tsiqah.
(3) Siyar A’lam an-Nubala XII/145
(4) Siyar A’lam an-Nubala V/405
(5) Ahsan al-Mahasin karya Abu Ishaq hal. 348
(6) Birrul Walidain karya Ibnul Jauzi hal. 550
(7) Siyar A’lam an-Nubala V/359
(8) Tahdzib Siyar A’lam an-Nubala hal. 541
(9) ‘Uyun al-Akhbar III/97 dan Birrul Walidain hal. 53
(10) Ath-Thabaqat Ibnu Sa’ad II/527
(11) Muhadharat al-Adiba hal 327 dan Wafayat al-A’yan III/26
sumber : yayasanalhanif












