Desir Cinta Mengalun Lembut 19/02/2012
Posted by Alam in Artikel.Tags: syiar islami
trackback
Denyut cinta ini tiba, berbeda dari yang pernah aku temui sebelum.
Ia mencintai dan membenci, namun hati belum menampakkan sinarnya, ia masih terselebung asap dan lemahnya badan.
Aura ini akan menemukanku dengan sang Raja, aku ingin menumpahkan seluruh air mata di istana sang Raja.
Merubah semua jalur ini adalah pilihanku, Saat lulus kuliah maka harus saat mengkreasikan cinta dan membaktikan seluruh sisa hidup. Aku ingin menggendong Ibu kemana ia mau hingga aku lelah. Juga ingin menggendong Ayah hingga ia ridho padaku.
Desir desir gelora cinta sang Raja, ia menolak permintaanku dengan pemberian yang amat baik. Alhamdulillah denyut ini mulai terasa disaat pelik itu tiba, Laksana bibir pantai yang menyambut kedatangan manusia hina.
Aku tersnyum pada mahluk lain, aku tiada beda, cuma satu yaitu: abdi yang mutlak.
Jangan kumpulkan aku bersama kaum munfik jangan pula acuhkan aku, karena aku tak kuasa menahan bencana dari marahMu. Jadikan aku yang satu diantara 1000 yang Engkau kasihi bukan yang diacuhkan.
Engkau sebaik-baik yang kami kenal, Shalawaat salam atas baginda Rasul Muhammad SAW kerabat sahabat serta pengikut hingga akhir, Tanpa itu kami tak kenal diri kami ini siapa.
MengenalMu adalah cinta yang melebih bumi dan seisinya, gairah yang akan membiarkan badan ini luluh lantak karena cinta.
Aku tidak meminta pakaian seperti kekasihMu yg lain, aku terlalu lemah untuk itu. Beri karunia hidayahMu guna menggapai cintamu diantara kerusakan saat ini.
Aku mengemis dengan segala kehinaanku, Memohon ridhoMu memohon tetes-tetes cintaMu.
Biarkan aku gila kepadaMu dan dilupakan.
Komentar»
No comments yet — be the first.