Lemah, Lelah dan Rapuh 01/02/2012
Posted by Alam in Artikel.Tags: do'a, puisi, renungan, ungkapan hati
add a comment
Aku sama seperti mereka, diciptakan lemah dan penuh lupa.
Aku nampak bodoh akan ini, berkubang di tempat yang sama.
Perbedaan yang ku siapkan masih belum berhasil, namun sebaiknya ku coba lagi.
Aku terbayang kepala ku di benturkan dengan benda keras dan remuk tak berbekas.
Sama seperti bayangan semu yang mampir dan melukai.
Dia menusuk ku berkali-kali dan aku luka, lumpuh olehnya. Aneh sekali aku masih menyukai hal itu?????
Untuk apa???…. pergi lah wahai diriku, lelah sudah jasad ini terus menyakitimu.
Memutihlah diantara orang-orang yang berusaha berlari dan mengejar mimpi bertemu sang RAJA DI RAJA, yang amat luas KeampunanNYA.
Jangan lengah dan lemah lagi, memohonlah akan pertolonganNYA…
Pesan hari Ini 14/12/2011
Posted by Alam in Islami.Tags: do'a
add a comment
Al Hasan Al Bashri (30-110 H) رحمه الله تعالى mengatakan, ”Wahai kaum muslimin, rutinlah dalam beramal, rutinlah dalam beramal. Ingatlah! Allah tidaklah menjadikan akhir dari seseorang beramal selain kematiannya.”
Beliau rahimahullah juga mengatakan, ”Jika syaithon melihatmu kontinu dalam melakukan amalan ketaatan, dia pun akan menjauhimu. Namun jika syaithon melihatmu beramal kemudian engkau meninggalkannya setelah itu, malah melakukannya sesekali saja, maka syaithon pun akan semakin tamak untuk menggodamu.”
Rindu Rasulullah 29/11/2011
Posted by Alam in Islami.Tags: artikel islami, do'a, Islami, khusus, renungan, syiar islami
1 comment so far
Bilal bin Rabbah, sahabat Rasulullah SAW berkulit hitam namun berhati putih mempunyai banyak kenangan tersendiri pada lelaki mulia yang menjadi nabinya. Kenangan itu berkerak dan melekat dalam diri Bilal ra. sampai jauh setelah Rasulullah SAW wafat. Agar tak terkoyak moyak hatinya, Bilal ra. memutuskan untuk tak lagi adzan sepeninggal Rasulullah SAW. Sampai suatu ketika, rindu Bilal ra. tak tertahankan. Ia pun mengumandangkan adzan.
Kisah itu diawali dengan cerita Bilal ra. tentang mimpinya semalam. Lelaki asal Ethiopia itu, suatu malam bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya, Bilal bertemu dengan Rasulullah SAW. “Bilal, betapa rindu aku padamu,” kata Rasulullah SAW dalam mimpi Bilal.
Satu orang mendengar cerita Bilal ra. Tak berapa lama, orang pertama menceritakan mimpi Bilal ra. pada orang kedua. Orang keduapun bercerita pada orang ketiga, keempat, kelima dan seterusnya. Menjelang sore, nyaris seluruh penduduk kota Madinah, kota yang sudah lama ditinggalkannya, tahu tentang mimpinya itu. Maka bersepakat penduduk Madinah, meminta Bilal ra. untuk adzan di masjid Rasulullah saat waktu shalat maghrib tiba.
Tak kuasa Bilal menolak keinginan sahabat-sahabatnya. Senja merah, angin sepoi dan langit bersih dari mega. Bilal mengumandangkan adzan. Penduduk Madinah tercekam kerinduan. Rasa dalam dada membuncah, detik-detik bersama Rasulullah, manusia tercinta terbayang kembali di pelupuk mata. Akhirnya, penduduk Madinah pun menitikkan air mata rindunya. Dan Bilal ra, tentu saja ia diharu biru rindu pada kekasihnya, nabi akhir zaman itu.
Sumber : takazakisah
Kasih Sayangi Beliau 30/10/2011
Posted by Alam in Artikel.Tags: do'a
add a comment
Pagi yang dingin, membawa embun setelah hujan dinihari.
Terlintas sosok kakek di awang-awang, Wajah bulat beliau tersenyum padaku.
Ingat diriku akan pelajaran memancing ikan bersamanya, Sontak rinduku membuncah.
Air mata tak bisa ku tahan karea rindu akan beliau.
Ya Allah yg maha Pemurah, Berilah selimut bagi Kakek, nenek dan seluruh pendahulu ku hingga terlahir nya aku, apabila beliau kedinginan.
Berilah cahaya apabila mereka merasa gelap, berilah teman yang baik sehingga mereka tidak merasa kesepian.
Ampuni mereka, sayangi mereka, atas kebesarannmu Ya Allah.
Dengan Hikmah surah Ya Sin Anugerahkan belas kasihMu..
Amiiin
Posted from WordPress for Android