Maha Penyayang Diantara Para Penyayang 15/02/2012
Posted by Alam in Islami.Tags: syiar islami, ungkapan hati
add a comment
Bungai melati nan putih cemerlang begitu segar menghirup embun di pagi hari.
Dawai kasih sayang tercurah dari langit, dari Tuhan yang maha penyayang.
Mentari pun tersenyum pada semua, menghangatkan tubuh-tubuh yang menggigigil.
Engkau cemburu pada kami yang lalai, janganlah Engkau murka pada kami yang dipenuhi sifat lupa.
Seperti bapak kami Adam, ia lupa dan kamipun lupa. Berkat kasihsayangMu ia di tunjukkan jalan, tunjukkan lah pula kami jalan yang lurus itu. Dengan segala kerendahan hati kami memohon ampunanMU.
Lemah, Lelah dan Rapuh 01/02/2012
Posted by Alam in Artikel.Tags: do'a, puisi, renungan, ungkapan hati
add a comment
Aku sama seperti mereka, diciptakan lemah dan penuh lupa.
Aku nampak bodoh akan ini, berkubang di tempat yang sama.
Perbedaan yang ku siapkan masih belum berhasil, namun sebaiknya ku coba lagi.
Aku terbayang kepala ku di benturkan dengan benda keras dan remuk tak berbekas.
Sama seperti bayangan semu yang mampir dan melukai.
Dia menusuk ku berkali-kali dan aku luka, lumpuh olehnya. Aneh sekali aku masih menyukai hal itu?????
Untuk apa???…. pergi lah wahai diriku, lelah sudah jasad ini terus menyakitimu.
Memutihlah diantara orang-orang yang berusaha berlari dan mengejar mimpi bertemu sang RAJA DI RAJA, yang amat luas KeampunanNYA.
Jangan lengah dan lemah lagi, memohonlah akan pertolonganNYA…
Ada Apa Denganku? 20/01/2012
Posted by Alam in Artikel.Tags: renungan, ungkapan hati
add a comment
Sudah dua bulan saya sakit, tubuhku lemah jiwaku tersiksa.
Ada apa dengan diriku???.
Ini berbeda dari biasanya, ada sesuatu yang aneh pada kejadian kali ini.
Semuanya gelap dipandang, seolah-olah penuh isi dunia oleh dosaku.
Ssaya ketakutan yang amat sangat, takut Allah benci padaku yang lalai ini.
Harus dari mana semua ini dimulai lagi?.
Terimakasih Sahabat 19/01/2012
Posted by Alam in Artikel.Tags: ungkapan hati
add a comment
Terimakasih sahabat
Saat temanmu ini di landa banyak masalah kalian masih mau makan bersama dan berbagi cerita denganku.
Makan di warung kembang sambil menceritakan masa lalu serta masa kecil membuat sarafku lebih rilex. Setelah seharian bekerja dengan tingkat kebosanan + stress yg tinggi bukan karena berat tapi kondisi yg tidak kondusif dan pola ke diktatoran yang di adopsi. aku bukan demonstran tapi hanya sedikit protes dimana si pemilik tidak memikirkan kejiwaan karyawan, hanya meminta profesionalitas dan loyalitas.
Saat ini ujian datang bertubi-tubi dan silih berganti, terimakasih telah membantu meringankannya
To: B, E, Y kapan-kapan cerita dan makan-makan lagi kalau ada rejeki lebih.
Gagal Untuk yang Kedua Kali 17/01/2012
Posted by Alam in Artikel.Tags: renungan, ungkapan hati
add a comment
Air mata jatuh tanpa ku sadari, Ini kutipan dari Syaikh Abdullah Nasih Ulwan.
Aku bertekad menghapus semuanya.
” Apabila seorang lelaki mendapat cobaan dari Allah berupa jatuh cinta yang dalam kepada seorang wanita, sementara ia tidak mampu mewujudkan cintanya itu dengan pernikahan, maka hendaklah ia menyibukkan dengan hal positif, dan hendaklah ia berusaha sungguh-sungguh untuk melupakan wanita itu. Jika ia tidak mampu, atau wanita itu selalu hadir dalam ingatan, pikiran dan bayangnya, maka ia harus semakin berusaha keras mengerahkan segala kemampuannya untuk menjaga kesucian dan kehormatannya, hingga Allah memberikan jalan keluar atas cobaan cinta yang ditimpakan padanya.
Dan apabila lelaki itu tetap tak bisa melupakan wanita yang menawan hatinya, sementara dia tetap menjaga kehormatan dan kesucian dirinya hingga maut datang menjemput, maka sesungguhnya Islam dengan sangat realistis tidak menilai dosa bagi lelaki tersebut. Islam menganggap itu sebagai wujud kelemahan manusia yang sudah diluar kemampuannya.
(Terapi virus merah jambu)